Untuk temen2 sebelum memulai pemogramman untuk barcode, tentukan dulu mau barocode 2 dimensi atau 1 demensi...sedikit penjelasan mengenai barcode 1 dimensi berupa garis hitam dan putih sedangkan 2 dimensi berupa titik. Antara bar code satu dimensi dgn informasi yang di kandungnya, merupakan 2 hal yang terpisah. Artinya untuk mengetahui informasi apa yang terkandung dalam bar code tersebut, kita harus mengaksesnya dari database. Oleh karena itu di butuhkan satu sistem yang "real-time". Sedangkan pada bar code dua dimensi misalnya PDF (Portable data file) 417, bar code-nya itu sendiri sudah memuat file yang dapat di akses, sehingga tetunya tidak membutuhkan sistem yang "real-time". secara sederhana cara akses seperti ini : Bar Code satu dimensi--->Aplication---->database kalau 2 dimensi : Bar Code 2 dimensi----> Aplication.Dan Tentukan juga format yang akan di gunakan dalam barcode tersebut apa barcode EAN 8, EAN 13, UPC A, ITF atay yang lainya. - Untuk pembuatan Bar Code untuk skala nasional tidak perlu daftar tapi kalau untuk skala internasional itu ada pendaftaran yang fungsinya untuk mengatur kode2 negara supaya tidak terjadi duplikasi kalau di Indonesia yang mengatur bar code GS1. - Mengenai saudara Les, RFID bisa menggunakan deplhi anda bisa menggunakna MSCOMM untuk koneksinya, tapi tentukan dulu mengenai frekuensi RFID tersebut apa Low Frekuensi, High Frekuensi, Atau Ultra High Frekuensi.....dan mengenai mikrokontroller anda bisa menggunakan chip RC400 dari philips